a

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adicing elit ut ullamcorper. leo, eget euismod orci. Cum sociis natoque penati bus et magnis dis.Proin gravida nibh vel velit auctor aliquet. Leo, eget euismod orci. Cum sociis natoque penati bus et magnis dis.Proin gravida nibh vel velit auctor aliquet.

  /  Project   /  Blog: AI Keren? Ini Bukan Sihir, Ngga Ada Rahasia kok

Blog: AI Keren? Ini Bukan Sihir, Ngga Ada Rahasia kok


Pernah ngga nonton film Iron-Man dengan J.A.R.V.I.S-nya atau misalnya film animasi Wall-E? Di kedua film tersebut memang punya sisi futuristik, di mana sebuah mesin bisa memiliki kemampuan yang mirip dengan kemampuan manusia dalam melakukan sesuatu. Saya kali ini ngga akan ajak kamu untuk membuat seperti itu kok :D . Tapi kalau dilihat kecanggihannya, pernah ngga sih berpikir kalau hal tersebut seperti `sihir` yang keluar dari otak orang-orang tertentu? Atau mungkin kamu berpikir “Ah saya pasti ngga akan paham sama hal-hal seperti itu, itu hanya para ilmuwan hebat saja yang bisa”. Bener ngga sih seperti itu? Yuk kita bahas.

Dari tadi ngomongin AI, tapi apa sih AI sebenarnya?

Oke, saya akan bahas AI itu apa dengan cara yang sederhana (semoga bisa dipahami ya). AI itu sebenarnya singkatan dari Artificial Intelligence atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Kecerdasan Buatan. Kecerdasan buatan seperti namanya ya, suatu rekayasa teknologi untuk seakan-akan membuat mesin memiliki kemampuan dalam membuat keputusan, menyarankan sesuatu, dan menalar sesuatu. Saya jadi ingat dulu ketika saya kuliah ada seorang dosen yang berkata “Nah ini nih anak-anak dari kelas Kecerdasan Buatan, ya cerdasnya dibuat buat :D” (cuma bercanda). Kecerdasan buatan ini memang menarik sekali untuk dipelajari khususnya dibidang ilmu komputer, karena kecerdasdan buatan atau AI membuat interaksi dengan komputer seakan lebih hidup dan lebih dinamis, komputer tidak lagi hanya sekedar alat yang menjalankan sekelompok perintah namun mereka bisa memberikan kita saran atau mengerti bahasa kita di beberapa konteks.

Bentuk nyata AI seperti apa?

Mungkin ada beberapa pembaca yang masih bingung seperti apakah bentuknya. Kalau kamu pernah main game catur yang kamu sangat sulit untuk menang, sesungguhnya di dalam program tersebut ada sekumpulan algoritma yang disusun sedemikian rupa untuk bisa (seakan) berpikir melawan kamu dalam bermain catur tersebut. Lalu pasti kamu pernah menggunakan Google Maps yang bisa menyarankan kamu rute tercepat dari satu titik ke satu titik. Masih banyak lagi kok contoh-contoh penggunaan kecerdasan buatan lainnya. Oh iya sebenarnya sampai saat ini masih terus dikembangkan berbagai teknik kecerdasan buatan agar semakin baik dalam menalar sesuatu. Tunggu dulu … ada sesuatu yang menarik dari penalaran ini (kalau bingung terus baca saja nanti pasti akan paham :D).

Penalaran?

Jadi gini, kita kan sudah bahas tadi bahwa contoh-contoh kecerdasan buatan itu salah satunya ada di dalam permainan catur atau Google Maps. Pastinya si AI tadi ngga sembarangan dong dalam menentukan langkah dalam suatu permainan catur agar ‘dia’ bisa menang melawan kamu, loh buktinya aja kamu bisa kewalahan melawan ‘dia’. Kok bisa ya? Seperti judulnya, teknologi itu bukan sihir yang ngga bisa dijelaskan. AI atau kecerdasan buatan ini secara umum dia adalah suatu perangkat yang menalar keadaan sekitar atau lingkungannya dan mengambil aksi atau keputusan terbaik dari setiap kemungkinan yang ada untuk bisa sampai ke tujuannya. Wah ribet ya, oke saya jelaskan perlahan, ingat permainan catur tadi, ketika kita mengambil suatu langkah dengan memindahkan bidak catur, maka AI dalam permainan catur tadi akan menalar keadannya (kondisi bidak catur miliknya), kemudian ‘dia’ akan mulai menganalisa semua kemungkinan yang akan terjadi bila dia melakukan sesuatu dan kemudian dia mengambil langkah terbaik agar mencapai tujuannya (yaitu agar menang melawan kamu). Bagaimana AI dalam permainan catur tadi dapat menganalisa? AI tadi sejatinya adalah suatu program komputer yang dijalankan dengan algoritma tertentu agar dapat menentukan langkah terbaik, algoritmanya beragam sih, cuma yang saya tahu waktu kuliah adalah menggunakan suatu bagan pohon minimax untuk membuat percabangan kemungkinan lalu mengevaluasinya dengan algoritma Alpha-Beta Pruning (mohon maaf kalau salah, sudah mulai lupa soalnya).

AI itu teknologi baru ya?

AI atau kecerdasan buatan sudah mulai disebut-sebut dari tahun 1956 oleh Bapak John McCarthy, jadi ini bukan sesuatu yang kemarin sore atau kalau bahasa milenialnya not so yesterday lah. Jadi pastinya sudah banyak yang tergabung dalam penelitian ini dalam kurun waktu puluhan tahun sampai saat ini, pastinya sudah banyak penelitian dan buku-bukunya. Saya cuma mau kasih tahu kalau semua yang keren-keren itu bukan seperti sihir yang keluar dari kotak hitam atau ilmu yang dari antah-berantah kemudian muncul dan melakukan banyak hal keren. Semua ada kajiannya, dan buat yang tertarik silakan mempelajariny, niscaya kamu akan mengerti bagaimana hal keren tadi bekerja.

Bukan sulap, bukan sihir!

Ya benar sekali, banyak orang ataupun lembaga di luar sana yang mempublikasikan penelitiannya dan juga banyak bertebaran kode-kode program AI yang bisa kamu pelajari. Memang beberapa lembaga sengaja mempublikasikan AI untuk didistribusikan ke khalayak (atau mungkin demokrasi AI) tujuannya adalah agar AI tidak hanya dimonopoli suatu perusahaan tertentu saja. Dengan meluasnya pembahasan AI baik di kalangan penelitian maupun akademi atau bahkan sekedar hobi, membuat perkembangan AI lebih pesat. Jadi seperti yang saya sampaikan tadi, bahwa program AI dalam permainan catur tadi bukanlah sesuatu yang keren dan misterius, kamu-pun bisa membuatnya kalau kamu serius mempelajarinya, kajian dan penelitian algoritmanya sudah ada tinggal bagaimana kamu meramunya menjadi sebuah permainan.

Dan akhirnya …

Dan seperti biasa tulisan ini saya buat untuk menjawab banyak kebingungan di benak kita soal kecerdasan buatan yang semakin keren, saya cuma mau memberitahu bahwa kamu juga bisa jadi keren dengan AI.

Terima kasih.

Source: Artificial Intelligence on Medium

(Visited 6 times, 1 visits today)
Post a Comment

Newsletter